Sabtu, 14 Juni 2008

Yang Memulai Pemerataan Distribusi Penduduk Indonesia

Pada dasarnya semua kita bisa memulainya, asalkan kita mau memulainya. Tetapi yang terutama dapatmemulai adalah mereka yang punya uang cukup banyak untuk membangun jalan, pembangkit listrik, dan sarana telekomunikasi. Sudah pasti tidak akan ada keuntungan yang didapat dalam waktu kurang dari 10 tahun, bila mereka "buang" uang untuk itu. Tetapi keberanian untuk "menciptakan" pasar baru akan menjadikan mereka "raja" di wilayah yang mereka bangun. Kerjasama dengan pemerintah daerah akan sangat membantu kerja mereka membangun "kerajaan" bagi mereka di masa yang akan datang. Agar upaya membangun kerajaan ini memberikan hasil yang "tidak mengecewakan" maka harus disertai pula dengan "membuka" lapangan kerja yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dari pulau Jawa. Seorang yang mempunyai pengalaman cukup banyak dalam membangun usaha-usaha yang baru menghasilkan keuntungan setelah 10 tahun pasti cukup jeli untuk melihat potensi-potensi daerah yang dapat dijadikan "pohon uang", bahkan mungkin "ladang" uang. Bila kerjaaan yang dibangun sudah terlihat "menjanjikan" kemudahan hidup, maka akan berbondong-bondong orang pindah ke daerah tersebut. Jadi, yang paling berat adaah tahun-tahun pertama membangun kerajaan. Adakah yang mau "buang" uang untuk membangun jalan, pembangkit listrik, dan sarana telekomunikasi di luar Jawa, yang masing sangat jarang penduduknya? Keuntungan lain yang didapat,yang tak berkaitan dengan uang, adalah penghargaan sebagai pahlawan bangsa karena telah membuka sekian banyak lapangan kerja, dan memudahkan kehidupan sekian banyak orang. padahal tujuan dia adalah untuk membuat "kerajaan" bagi anak dan cucunya. (bersambung)